Kampus STMIK “AMIKBANDUNG” lakukan optimalisasi pencegahan Hama Keong di Lahan pertanian Cabai di Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut, Jawa Barat

Kampus STMIK “AMIKBANDUNG” lakukan optimalisasi pencegahan Hama Keong di Lahan pertanian Cabai di Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut, Jawa Barat pada tanggal 22 Juni 2021.
Tim PKM yang digawangi oleh BEM STMIK “AMIKBANDUNG” berhasil melakukan pengamatan secara langsung terhadap lahan pertanian di desa Sukamurni dalam pengendalian hama yang tak kunjung mendapat solusi. Salah satunya di lahan pertanian milik Pak Safaat (60 tahun) yang tinggal di RT 02 RW 05 kp pananjungan Desa Sukamurni, Kec Cilawu Kab. Garut ini yang selalu menemukan kendala dalam pencegahan hama.


Permasalahan utama dalam pertanian wilayah cilawu ini yaitu cabai yang dari tahun 2010 sampai sekarang berhama patek/kering secara terus menerus dan banyaknya keong/siput yang belum menemukan obat yang bisa membuat tanaman cabai subur hingga usia tanam 5 bulan.
Petani lokal sudah pernah menggunakan formalin, namun hingga kini harga formalin relatif mahal.
Perlunya intensitas penyiraman pestisida pun menjadi kendala bagi para petani sekitar. Pasalnya dalam durasi dua hari sekali harus dilakukan penyemprotan, dan bilamana tidak dilakukan penyemprotan akan langsung kering dan busuk hingga membuat tanaman gagal panen. Imbas dari hama inipun tak main main, karena dalam satu pohon bila tidak dikendalikan hamanya maka yang berhasil dipanen dan layak jual hanya 5 hingga 10 buah cabai.


Tentunya sebagai mahasiswa dengan basic informatika, mahasiswa STMIK “AMIKBANDUNG” melakukan pengabdian pada masyarakat dalam rangka optimasi pencegahan hama keong dan patek ini dengan menciptakan alat pengendali hama dalam kurun waktu 6 bulan kedepan.

More to explorer