Memaknai Fenomena Gerhana Bulan di dalam Al-Quran dan Hadist – STMIK AMIKBANDUNG

Memaknai Fenomena Gerhana Bulan di dalam Al-Quran dan Hadist

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Foto diambil dari instagram @rud3m

Gerhana bulan merupakan fenomena tertutupnya bulan oleh bayangan dari bumi sehinnga bulan akan nampak terkikis hingga akhirnya hilang seperti tidak terlihat lagi. fenomena gerhana bulan ini terjadi ketika posisi bulan, bumi dan matahari berada pada satu garis. Menurut Al Quran hanya menyebut dalam Surat Yunus Ayat 5 yang menegaskan bahwa Allah yang membuat matahari bersinar dan bulan bercahaya dengan ditetapkan manzilah sebagai tempat peredaran untuk keduanya.

Gerhana bulan sebagian atau parsial puncaknya terjadi pada Rabu dini hari tadi (17/7/2019). Dari pengamatan Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar pukul 04.30 WIB, gerhana bulan memasuki fase puncak. Sebagian besar bulan tertutup bayangan. Gerhana bulan menurut Islam menyimpan arti, makna dan hikmah untuk umat manusia. Dalam pandangan Islam, kehadiran gerhana menjadi cara Allah untuk menunjukkan kekuasaan-Nya kepada umat manusia.

“Gerhana bulan sebagian dimulai pukul 03.02 sampai 05.59 WIB,” ujar Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin dilansir dari situs resmi Lapan. Proses awal gerhana bulan sebagian dimulai pada pukul 01.43 WIB, gerhana sebagian pukul 03.01 WIB, dan mencapai puncaknya pada pukul 04.30 WIB, lalu berakhir pada pukul 06.11 WIB

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda mengenai gerhana yang kemudian dimuat dalam hadis Al Bukhari Nomor 1043 dan Muslim Nomor 915.
“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua ayat (tanda) dari ayat-ayat Allah (yang tersebar di alam semesta). Tidak akan terjadi fenomena gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka berdoa dan shalat kepada Allah sampai (matahari atau bulan) tersingkap lagi.” Sahabat Rasulullah Abu Musa Al Asya’ari pernah mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda bila Allah memberikan rasa takut kepada hambanya dengan tanda-tanda berupa gerhana. Maka, bila kamu melihatnya, segera berdzikir, mengingat kebesaran Tuhan, berdoa dan meminta ampun.

More to explorer

Persiapan Menyambut Kegiatan MID 2019

Hallo sobat amik, sebentar lagi STMIK “AMIKBANDUNG” akan kedatangan mahasiswa baru yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Nah tentunya sebelum resmi menjadi mahasiswa, calon mahasiswa baru ini diwajibkan mengikuti kegiatan Masa Integrasi Diri. Apa itu Masa Integrasi Diri? Nah,