Riset E-money Berhasil, Dany Eka Saputra dapat Gelar Doktor – STMIK AMIKBANDUNG

Riset E-money Berhasil, Dany Eka Saputra dapat Gelar Doktor

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Di tahun-tahun millenial ini, inovasi pada instrumen pembayaran elektronis dengan menggunakan kartu telah berkembang menjadi bentuk yang lebih praktis. Saat ini di Indonesia sedang berkembang suatu instrumen pembayaran yang dikenal dengan uang elektronik. Uang elektronik didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu. Penggunanya harus menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum menggunakannya untuk keperluan bertransaksi. Ketika digunakan, nilai uang elektronik yang tersimpan dalam media elektronik akan berkurang sebesar nilai transaksi dan setelahnya dapat mengisi kembali (top-up). Media elektronik untuk menyimpan nilai uang elektronik dapat berupa chip atau server. Penggunaan uang elektronik ini sebagai alat pembayaran yang inovatif dan praktis diharapkan dapat membantu kelancaran pembayaran kegiatan ekonomi yang bersifat massal, cepat dan mikro, sehingga perkembangannya dapat membantu kelancaran transaksi di jalan tol, di bidang transportasi seperti kereta api maupun angkutan umum lainnya atau transaksi di minimarket, food court, atau parkir.

Salah satu dosen sekaligus ketua lembaga penelitian dan inovasi di STMIK “AMIKBANDUNG” yaitu Danny Eka Saputra meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul “Uang Elektronik Berbasis ‘Blockchain’ dan ‘Sygncryption’ untuk Transaksi ‘Peer to Peer’ Murni pada sidang yang dipimpin Prof Ir Adit Kurniawan, M.Eng, PhD, dengan pembimbing Prof Dr Suhono Harso Supangkat dan promotor Dr Ing Sarwono Sutikno.
Menurut Dany, uang elektronik merupakan representasi digital dari uang tunai. Konsep dasar uang elektronik adalah menggunakan data yang disusun secara khusus sebagai alat tukar dalam suatu transaksi. “Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh David Chaum pada tahun 1983 (Chaum, 1983),” ungkapnya.
Lebih jauh disampaikan bahwa data dibuat dengan menggunakan persamaan matematis khusus oleh penerbit uang elektronik kepada seorang pengguna. Saat bertransaksi, pengguna memindahkan data tersebut ke penerima. Kemudian penerima harus menghubungi penerbit untuk memastikan bahwa data tersebut valid, bukan hasil pemalsuan.
Keterlibatan penerbit pada tiap transaksi menimbulkan biaya transaksi yang tidak kecil (Nakamoto, 2008). Hal ini disebabkan, penerbit harus menyediakan dan memelihara infrastruktur TIK yang masif agar layanan tidak mengalami kualitas layanan, terlepas dari jumlah pengguna. “Untuk mengatasi hal tersebut, konsep transaksi peer-to-peerdiperkenalkan,” ujar Denny Eka.
Penelitian ini, ia menambahkan, bertujuan mengembangkan skema transaksi peer-to-peer murni. Dalam kondisi ini, transaksi uang elektronik dapat dijalankan hanya dengan melibatkan pemberi dan penerima uang (seperti uang tunai). “Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana menjaga agar pemalsuan uang elektronik dapat selalu dideteksi, sehingga pemalsuan uang elektronik menjadi tidak feasible,” ucapnya.

More to explorer

CSRG Gelar Annual General Meeting 2020

CSRG (Computer Security Research Group) merupakan sarana pengembangan diri civitas “STMIK AMIKBANDUNG”. Secara Independent CSRG menjadi tempat ekstra learning dan Research di bidang Informatika, seperti Teknologi Informasi, Computer Security, Programing, Networking DLL CSRG AGM merupakan pertemuan tahunan, bagi alumnus dan

STMIK “AMIKBANDUNG” mulai terapkan “The New Normal” 2 Juni 2020

Selamat Sore #Sobatamik, Apa yang dimaksud “New Normal”? Nah The New Normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Untuk #Sobatamik yang berada di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung mulai

“Kuliah Gratis 1 Tahun”. Yuks Segera Daftar !!!

Hallo SobatAmik, pada masa pandemi Covid-19 ini STMIK “AMIKBANDUNG” menawarkan kesempatan untuk kuliah gratis selama 1 tahun. Hal ini sebagai bentuk kepedulian STMIK “AMIKBANDUNG” terhadap masyarakat Indonesia yang terdampak Covid-19. Adapun persyaratan mendapatkan kesempatan kuliah gratis ini yaitu sebagai berikut