STMIK “AMIKBANDUNG” Berbagi Kebahagian Bersama Anak Yatim – STMIK AMIKBANDUNG

STMIK “AMIKBANDUNG” Berbagi Kebahagian Bersama Anak Yatim

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Pada Jumat sore (17/05/2019), riung gembira penuh tawa anak-anak yatim dan duafa terdengar meriah di aula STMIK “AMIKBANDUNG”. Pasalnya kampus yang terletak di jalan jakarta no 28 bandung ini kedatangan tamu istimewa yaitu kru film serta artis pemeran “Iqra 2 My Universe”. Diantara kru film yang hadir adalah produser film Budiyati Abiyoga, sutradara film Ilbal Alfajri, penulis skenario Ishak Nasution dan pemeran utama Aisyah Aqila. Disamping itu hadir pula penata musik Dwiki Darmawan, Ine Febrianti dan Adhitya Putri.

Sebagai salah satu sponsor dalam film “Iqra 2 My Universe, STMIK “AMIK BANDUNG menghadirkan keseruan buka bersama dan diskusi santai bersama para kru film dan anak yatim.
Dwiki Darmawan bercerita tentang kebahagiannya bisa hadir dalam acara buka bersama dengan anak-anak yatim. Tak lupa ia pun kerap memberikan penyemangat kepada anak anak untuk terus belajar dan berkarya. “Sekaligus bisa berbagi ilmu dan pengalaman sebagai anak band masa lalu. Kalian dulu, perjuangan agar bisa ngeband sungguh luar biasa” katanya. Dwiki menambahkan, meski berstatus anak yatim atau kurang mampu, jangan putus asa. Waktu SMP saya harus jalan kaki selama tiga hari agar biaya angkot ditabung untuk membeli kaset musik. Anak yatim dan duafa jangan pesimis untuk maju” tambahnya.

Dengan fasilitas era teknologi informasi saat ini, kata Dwiki, seharusnya anak-anak millineal bisa lebih maju daripada dirinya.”Kalau sekarang mau belajar apa saja, termasuk belajar musk, sangatlah mudah. Tinggal buka internet lalu pilih program musik atau video lalu keluarlah cara berlatih alat musik atau apa saja” katanya. Bahkan, suami dari penyanyi Ita Purnamasari ini juga rela mendatangi radio swasta di Kota Bandung sekedar untuk meminta aransemen musik film. ” saya datangi petugas radio yang menanggani musik lalu saya berikan sekedar uang jajan agar mendapatkan salinan dari musik pengiring film kelas dunia. dari hal ini saya belajar untuk menjadi penata musik film” katanya.

Bukan hanya penata musik yang berbagi kisah inspiratif, Ine Febrianti pun yang menceritakan perjuangannya dalam melakoni dunia artis. Sebagai artis zaman dlu, butuh perjuangan keras agar bisa maju. Namun, karya-karya seniman zaman dlu sangat serius dalam menggarap sehingga hasilnya tak mengecewakan.” ucapnya.
Ine juga menegaskan semua anak mampu meraih mimpi-mimpinya termasuk anak-anak yatim dan anak dari kalangan kurang mamoy. “Saya juga dulu sewaktu belum terkenal ingin belajar ke penyanyi yang sudah lama manggung seperti Mba Melly Goeslaw, saya datang ke Bandung sekedar untuk datang kerumah Mba Melly yang ternyata tidak ada orangnya sehingga saya pulang lagi ke rumah di Bekasi. Ini perjuangan kana sukses tak bisa datang tiba-tiba.” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua STMIK “AMIKBANDUNG” Rudi Kurniawan, mengatakan, buka bersama dengan anak yatim dan duafa diikuti 200 anak, terdiri dari 100 anak yatim dan duafa dari sekirat kampus dan 100 anak dari panti asuhan di wilayah Bandung. Panti asuhan yang diajak buka bersama diantaranya yaitu Panti Asuhan Tunas Harapan dan Mitahul Huda. “Kami memberi memberikan santunan berupa uang untuk bekal Ramadan dan Lebaran serta buka bersama dengan para artis dan pendukung film” katanya. (alpha)

More to explorer

STMIK “AMIKBANDUNG” Berbagi Kebahagian Bersama Anak Yatim

Pada Jumat sore (17/05/2019), riung gembira penuh tawa anak-anak yatim dan duafa terdengar meriah di aula STMIK “AMIKBANDUNG”. Pasalnya kampus yang terletak di jalan jakarta no 28 bandung ini kedatangan tamu istimewa yaitu kru film serta artis pemeran “Iqra 2

Langkah Awal Untuk Terjun Ke Dunia Pemrograman

Langkah Awal Untuk Terjun Ke Dunia Pemrograman Beberapa Tips yang akan membantu kamu untuk memulai belajar bahasa pemrograman dari 0. Assalamualaikum wr wb, Halo teman-teman, semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan berbahagia hari ini. Seperti yang kita ketahui, ketika

Teori Generasi (Generation Theory)

Sejak munculnya teori generasi, kita diperkenalkan istilah generasi X, Y, dan Z. Segala sesuatu terutama yang berhubungan dengan pekerjaan sering dikaitkan dengan ciri-ciri dari generasi-generasi tersebut. Hal itu diungkapkan tiada lain untuk mencari jalan tengah agar antar generasi tersebut dapat saling memahami